Puisi ini kujalin dengan dada yang sesak
dada yang bergemuruh menantang gelombang
karena laut semakin dahsyat menghempaskan ombak
ke pinggir pantai yang permai membawa butiran-butiran pasir
ombak di dalam dada, ya Allah, sangat mengguncang
adakah karang yang bisa menaklukkan hempasannya?
Puisi ini adalah bentuk sujudku padaMu ya Allah
karena mendekatiMu selalu menghadapi ombak besar
yang menggelombang ke sisi sisi perahu nelayan
ya, akulah nelayan itu ya Allah
mengayuh perahu ke ka'bahMu yang suci
akankah puisi jadi perantara
antara Engkau dan aku Ya Allah?
Bisakah Engkau ampuni hambaMu
yang berlari dari waktu ke waktu
mengayuh perahu dari masa ke masa
dengan membawa timbunan pasir yang selalu ada
mengotori lahir dan batinku?
Puisi ini bukan hadiah untukMu ya Allah
karena saya tahu dan yakin Engkau tidak butuh puisi
tapi akulah nelayanMu ya Allah
yang merajut benang untuk kebutuhanku sendiri
Engkau maha Kaya
dan hambaMu ini adalah pendosa
yang terpaksa harus mengemis di pintu kekayaanMu
Puisi ini lahir apa adanya ya Allah
Semoga engkau berkenan
Puisiku UntukMu Ya Allah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar